Sepekan Dua Laka di Jalur Wisata Sawarna, Pemkab Lebak dan Pengelola Harus Sigap

Angkot dan Minibus Pengunjung Ke Pantai Sawarna Mengalami Kecelakaan di Tanjakan Cariang

POROSIDN.COM - Dalam sepekan terakhir, dua kecelakaan kendaraan wisatawan terjadi di jalur menuju kawasan wisata Pantai Sawarna, Bayah, Kabupaten Lebak. Peristiwa tersebut menimbulkan puluhan korban luka ringan serta memicu sorotan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai belum memadai.

Kecelakaan pertama terjadi pada Minggu (22/03/2026), ketika sebuah angkutan kota (angkot) terperosok di tanjakan Cariang. Akibat kejadian itu, empat penumpang dilaporkan mengalami luka ringan, sementara kendaraan mengalami kerusakan berat setelah masuk ke jurang.

Selang dua hari kemudian, Selasa (24/03/2026), kecelakaan kembali terjadi di lokasi yang sama. Sebuah mobil travel yang mengangkut 34 wisatawan terperosok di tanjakan Cariang. Sebanyak 29 penumpang dilaporkan mengalami luka ringan, dan kendaraan kembali mengalami kerusakan parah.

Rentetan kejadian ini memicu keprihatinan masyarakat yang menilai kondisi jalan di jalur wisata tersebut berisiko tinggi. Dalam sebuah postingan platform Facebook, Erwin Komara Sukma, Warga menyoroti perlunya perbaikan infrastruktur demi keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

Pemerintah Kabupaten Lebak pun didorong segera mengambil langkah konkret melalui dinas terkait, khususnya dalam merekonstruksi jalan yang memiliki karakteristik tanjakan curam dan ekstrem.

Salah seorang warga, Syaf Al Bayan, berharap adanya perbaikan struktur jalan agar lebih landai dan aman dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk minibus dan bus besar.

"Sebagai warga masyarakat, saya berharap Pemkab Lebak harus jeli terhadap akses jalan yang vital menuju obyek wisata. Pemkab Lebak Cq. Dinas PU harus merekonstruksi jalan demi keselamatan dan kenyamanan pengunjung wisata. Ini penting jangan terulang kembali kecelakaan seperti itu. Tanjakan curam harus diusahakan agar landai yg bisa dilalui oleh mini bus, bus besar dll," komentar pemilik akun Syaf Al Bayan.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya terkait minimnya rambu peringatan di sepanjang jalur Bayah–Sawarna. Among Suherdi mengaku selama bertahun-tahun melintasi jalur tersebut, ia hampir tidak menemukan rambu yang memadai, termasuk penanda tanjakan curam maupun fasilitas penerangan jalan.

"Evaluasi buat kedepan A...sya udah mau 5 Thun pulang Anting Bayah - sawar, perasaan g ad dari fihak PU atau PjR rambu peringatan minimal 500m menuju lokasi hati" tanjakan/curam dan pengaman dari tembaga samping kiri dan kanan dan penerangan itu sangat kurang padahal masyarakat dipotong tiap bayar listrik PPh penerangan jalan umum .ampai klou ad kesempatan dirapat," tulis pemilik akun Among Suherdi.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan adanya pembatasan kendaraan berukuran besar yang melintas di jalur tersebut. Agoes Sopian menilai kendaraan besar sebaiknya tidak dipaksakan melewati tanjakan curam yang memiliki risiko tinggi kecelakaan.

"Aa,... mohon diingatkan di pintu jalur masuk wisata... untuk mobil mobil yang besar agar tidak memaksakan diri... mengingat kondisi jalannya (tanjakan curam). Sayangnya tidak ada relawan atau instansi yg memitigasi risiko ini ya...Terima kasih sdh mengamankan wisata pantai di selatan... bravo buat Aa dan tim lifeguard," pintanya.

Warga juga mengusulkan penempatan petugas atau relawan di titik rawan, khususnya di bagian atas dan bawah tanjakan, guna membantu mengarahkan pengendara. Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pantai Sawarna dan sekitarnya. ***