Bupati Lebak Ajak Masyarakat Teladani Konsistensi Warga Baduy Jaga Ekosistem

Seba Baduy 2026 di Pendopo Bupati Lebak

POROSIDN.COM - Sebanyak 1.552 masyarakat adat Baduy mengikuti ritual Marwah Seba yang berlangsung khidmat dalam rangkaian Seba Baduy 2026. Tradisi tahunan ini menjadi momentum pertemuan antara warga adat Baduy dengan Pemerintah Kabupaten Lebak, sekaligus penyerahan hasil bumi kepada Bupati Lebak sebagai “Bapa Gede”, Sabtu, 25/4/2026.

Dalam sambutannya, Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran masyarakat adat Baduy dalam prosesi Seba Baduy 2026. Ia menegaskan bahwa keberadaan masyarakat Baduy merupakan kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Lebak, bahkan tidak dimiliki oleh daerah lain.

Menurut Bupati, ritual Seba memiliki makna mendalam sebagai simbol penguatan hubungan antara pemerintah (Bapa Gede) dengan masyarakat adat. Tradisi ini juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, penghormatan, serta kearifan lokal yang terus dijaga hingga saat ini.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani pola hidup masyarakat Baduy, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan konsistensi melestarikan lingkungan. Di tengah arus modernisasi, masyarakat Baduy dinilai mampu mempertahankan keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan.

“Kita harus banyak belajar dari warga Baduy, khususnya dalam pelestarian alam. Untuk itu, kita harus mempertahankan kebudayaan yang kita miliki,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk melalui pembangunan infrastruktur guna menunjang aktivitas dan kesejahteraan warga.

Ia berharap, masuknya Seba Baduy dalam jajaran 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) dapat semakin meningkatkan nilai strategis tradisi tersebut. Tidak hanya sebagai daya tarik wisata, tetapi juga sebagai sarana memperkuat sinergi antara nilai-nilai adat dengan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

"Ritual Seba Baduy 2026 diharapkan terus menjadi warisan budaya yang tidak hanya lestari, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Lebak ke depan," pungkasny.