POROSIDN.COM - Sebanyak 42 destinasi wisata di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. Selasa, 21/4/2026.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep Muhamad Holis, mengatakan seluruh destinasi tersebut dikelola langsung oleh masyarakat desa. Model pengelolaan ini dinilai efektif meningkatkan pendapatan warga.
“Sebanyak 42 destinasi wisata itu dikelola masyarakat desa dan banyak dikunjungi wisatawan, sehingga mampu meningkatkan ekonomi desa serta menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Yosep.
Dari puluhan destinasi tersebut, sedikitnya 10 lokasi menjadi favorit wisatawan. Di antaranya Pantai Sawarna, Pantai Bagedur, hingga kawasan budaya Suku Badui. Selain itu, destinasi lain yang juga diminati meliputi Pantai Legon Pari, Wong Sagati, Rangga Wulung, Goa Lebak Tipar, Kebun Teh, Negeri di Atas Awan, serta Pemandian Air Panas Tirta.
Pengembangan sektor pariwisata tersebut turut mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk kerajinan dan kuliner khas daerah kini semakin berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
Pemerintah daerah juga telah membangun pusat perdagangan di sejumlah lokasi wisata sebagai wadah bagi masyarakat untuk memasarkan produk lokal.
“Kami terus mendorong objek wisata berbasis masyarakat agar berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan warga setempat,” kata Yosep.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata juga terus dilakukan. Langkah ini dinilai penting agar destinasi wisata di Lebak mampu bersaing dan menarik wisatawan, termasuk dari mancanegara.
Upaya tersebut didukung dengan pembangunan infrastruktur, seperti beroperasinya Jalan Tol Serang–Panimbang serta layanan KRL rute Rangkasbitung–Tanah Abang.
“Kami meyakini melalui peningkatan SDM dan tata kelola yang baik, destinasi wisata di Lebak akan semakin dibanjiri wisatawan,” ujarnya. ***
