Badan Gizi Nasional Investigasi Dugaan 'Kongkalikong' Anggaran Makan Bergizi Gratis ‎

Salah Satu Menu MBG di Lebak Selatan

‎POROSIDN.COM - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, akui banyak ditemukan berbagai permainan anggaran belanja bahan baku yang dilakukan mitra dan oknum Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga berdampak pada kualitas makanan yang jelek dan tidak memenuhi nilai gizi.

‎Persoalan penyelewengan anggaran menjadi perhatian serius Nanik. Sebab, berdasarkan investigasi yang dilakukan timnya selama ini, banyak ditemukan berbagai permainan anggaran belanja bahan baku yang dilakukan mitra, kong-kalikong dengan oknum Kepala SPPG. Padahal dampak selanjutnya adalah kualitas makanan yang jelek dan tidak memenuhi nilai gizi

‎Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan suspend atau penutupan sementara terhadap dapur yang mengurangi nilai bahan pangan yang disajikan.

‎“Yang kita suspend juga adalah kalau mitra tidak benar dalam menggunakan anggaran Rp 10 ribu, akan kita audit. Nah, kalau nggak bener kita suspend,” ujar Nanik dalam siaran persnya.

‎Mitra lanjut Nanik, memang berhak berbelanja bahan makanan untuk dapur MBG, lantaran Kepala SPPG sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak diperbolehkan bersentuhan dengan transaksi jual beli.

‎"Tapi semua yang dibelanjakan mitra harus sepengetahuan Kepala SPPG. Sebaliknya, Kepala SPPG pun harus mengetahui harga pasar dan harga eceran tertinggi, sehingga tidak dipermainkan atau dibohongi mitra," ungkapnya.

‎Nanik melanjutkan, Jika mereka mencari keuntungan besar dengan cara merekayasa menu, memilih bahan pangan yang tidak berkualitas, maupun tidak membelanjakan anggaran pembelian makanan Rp 10 ribu secara optimal, ia memastikan bahwa dapur-dapur MBG dengan mitra yang nakal seperti itu akan dihentikan operasinya.

‎“Begitu saya tahu dan menemukan mitra intevensi dalam penentuan menu dan belanja bahan baku kualitas nomor dua, saya akan langsung suspend satu minggu,” kata Nanik dengan tegas. ****