POROSIDN.COM - Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Mojokerto, Grobogan dan Pekalongan di awal tahun 2026 mendapat sorotan serius dari Anggota DPR RI. Padahal, Badan Gizi Nasional (BGN) telah berkomitmen zero case pada tahun 2026.
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menegaskan, rangkaian kasus keracunan makanan dalam program MBG di berbagai wilayah menandakan lemahnya pengawasan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Selain itu, lanjutnya, penerapan Standar Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) tidak dijalankan dengan baik. Untuk itu perlu inspeksi lapangan berkelanjutan, serta sampling dan uji laboratorium secara rutin menjadi keharusan.
“Kasus keracunan yang kembali terjadi setelah pergantian tahun, menunjukkan lemahnya kontrol. Ini harus dibenahi dengan sistem distribusi yang lebih aman, dapur yang mudah diawasi, serta koordinasi yang lebih ketat antara stakeholder terkait,” ujar Edy , Kamis, 15/1/2026, dikutip dari dpr.go.id.
Diketahui kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi diawal tahun 2026, di antaranya ada 803 penerima manfaat di Grobogan mengalami keracunan, 433 korban di Mojokerto dan kasus keracunan di Pekalongan. ***
