POROSIDN.COM – Ketua Umum Ormas Badak Banten, Tb. Ai Samsuri, menegaskan pentingnya peran organisasi masyarakat dalam merespons berbagai isu strategis, mulai dari pemberdayaan ekonomi, peningkatan partisipasi sosial, hingga pengawasan kebijakan publik.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul penunjukan Asep Pahrudin sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Badak Banten Provinsi Banten dalam rapat konsolidasi yang digelar di Sari Kuring, Sabtu (25/4/2026).
Dalam arahannya, Tb. Ai Samsuri menekankan bahwa organisasi masyarakat harus mampu membaca dinamika sosial dan mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat. Menurutnya, Badak Banten tidak hanya menjadi wadah konsolidasi kader, tetapi juga harus tampil sebagai kekuatan sosial yang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Organisasi masyarakat harus mampu menjadi penyeimbang. Kita dukung program pemerintah yang pro rakyat, tetapi juga harus berani mengingatkan jika ada kebijakan yang tidak sesuai,” tegasnya.
Ia menambahkan, Badak Banten harus hadir sebagai mitra pemerintah yang bersifat kritis sekaligus konstruktif, dengan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial demi memastikan kebijakan berpihak kepada masyarakat.
Sementara itu, Asep Pahrudin menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah sebagai Ketua DPW dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan akan menjaga marwah organisasi serta mendorong konsolidasi internal agar Badak Banten semakin solid dan progresif.
Asep juga menyoroti pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah guna mendorong pembangunan yang efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi masyarakat dan pemerintah menjadi kunci percepatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Andra Soni dan Achmad Dimyati Natakusumah, serta berharap hubungan harmonis antara Badak Banten dan pemerintah daerah terus terjaga.
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan.
“Peran kontrol sosial harus berjalan seimbang dengan dukungan yang konstruktif. Kami ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan dampak positif dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh kader Badak Banten untuk aktif turun ke lapangan guna menyerap aspirasi masyarakat. Menurutnya, kehadiran kader di tengah masyarakat sangat penting sebagai jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah.
“Kader harus hadir di tengah masyarakat, mendengar, mencatat, dan memperjuangkan aspirasi mereka. Itu yang akan menjadi kekuatan utama organisasi,” pungkasnya. ***
