POROSIDN.COM - Warga setempat mengeluhkan buruknya pengelolaan limbah dapur MBG, SPPG Yayasan Sobang Berkah, Desa Sukasari, Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang, Banten.
Menurut warga, limbah cair yang berasal dari dapur MBG tersebut menimbulkan bau tak sedap dan dirasakan hampir setiap hari oleh warga.
"Iya bau, bikin gak nyaman," kata salah seorang warga sekitar, seraya dia pun meminta agar pihak SPPG segera melakukan perbaikan.
Sementara itu, Kepala Desa Sukasari Muhamad Mamun, mengakui bahwa pihaknya kerap kali mendapat pengaduan dari warga soal limbah dapur MBG yang menimbulkan bau tak sedap itu.
Pihaknyapun, kata Mamun, sudah menyampaikan hal itu ke pihak SPPG. Sekirar satu minggu yang lalu, ia mendatangi dapur SPPG tersebut. Berdasarkan hasil peninjauannya di lokasi, menurutnya IPAL yang terpasang belum memenuhi standar.
"Warga juga pernah ada yang ngadu ke kita soal limbah itu, dan kami sudah menyampaikannya ke pihak SPPG. Kami minta agar IPALnya dibenahi," kata Mamun, Sabtu 25 April 2026.
Mamun mengungkapkan, dari awal berdirinya dapur MBG hingga kini sudah beroperasi sekitar empat bulan, pihak dapur MBG tersebut tidak pernah ada mengajukan izin lingkungan ke pihak pemerintah desa.
"Kami dari pihak desa sangat menyayangkan hal itu. Izin lingkungan itu kami rasa sangat penting, karena untuk memastikan operasional dapur MBG tidak mencemari lingkungan dan untuk memastikan pengelolaan limbah dapur berjalan dengan baik," kata Mamun.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Yayasan Sobang, Desa Sukasari, Rahmad Junaedi mengklaim bahwa IPAL sudah aman. "Untuk IPAL kita sudah aman, sudah proses pemasangan," katanya.
Selain itu, lanjut dia, setiap minggu pihaknyapun rutin membantu warga untuk membersihkan selokan disekitar wilayah dapur yang terkena limbah.
"Kita juga selama ini dari pihak SPPG selalu berkomunikasi baik dengan pihak RT dan RW, kalaupun adanya keluhan atau pelaporan biasanya langsung disampaikan kepada kita," paparnya.
Namun saat disinggung soal pihak SPPG yang belum pernah mengajukan izin lingkungan ke pihak pemerintah Desa Sukasari, Rahmad Junaedi tidak merespons. ***
