POROSIDN.COM - Kisah tragis dialami seorang penggali batu belah bernama Ubaedi (51), warga Kampung Pasir Huni, Desa Ciakar, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Banten. Ia meninggal dunia setelah tertimpa batu besar saat sedang bekerja memahat bongkahan batu di salah satu lokasi galian batu belah rakyat di Desa Ciakar.
Menurut keterangan Kepala Desa Ciakar, Kecamatan Gunung Kencana, Surdi, peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban tengah melakukan aktivitas penambangan batu di lahan milik Ukandi, yang berlokasi di Kampung Suka Laksana, Desa Ciakar.
Surdi menjelaskan, ketika korban sedang memahat batu di bagian bawah, tiba-tiba bebatuan yang berada di atasnya longsor. Batu tersebut berada di ketinggian sekitar tiga meter, kemudian menggelinding dan langsung menimpa tubuh korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.
“Batu besar menimpa badan korban, dari bagian pinggang hingga kepala,” ujar Surdi.
Insiden ini dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gunung Kencana, AKP Supar. Ia mengatakan, setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Proses evakuasi korban berlangsung cukup sulit karena hampir seluruh tubuh korban tertimpa batu berukuran besar.
“Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.00 WIB, kemudian dibawa ke rumah duka di Kampung Cikadu, Desa Ciakar, Kecamatan Gunung Kencana,” kata AKP Supar.
Terkait pemulasaraan jenazah, Kapolsek menegaskan seluruh biaya ditanggung oleh pemilik galian batu. Ia menyatakan bahwa segala kejadian yang menimpa korban hingga meninggal dunia sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik galian.
Mengenai proses hukum, AKP Supar menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman terlebih dahulu serta berkomunikasi dengan keluarga korban.
Untuk penanganan lebih lanjut, kasus tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pimpinan.
“Penanganan insiden ini kami serahkan kepada Satuan Reserse Kriminal Polres Lebak,” tutup Kapolsek. ***
