POROSIDN.COM - Sebuah truk tronton pengangkut tanah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Bayah–Malingping, tepatnya di wilayah Bidur, Pasir Putih (Pasput), Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (9/3/2026).
Peristiwa tersebut menyebabkan kendaraan tronton dengan nomor polisi A 9033 NM terperosok ke jurang sedalam kurang lebih dua meter di sisi jalan. Badan kendaraan tampak miring setelah sebagian besar bagian kiri truk masuk ke dalam jurang.
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, kecelakaan bermula ketika sopir tronton bernama Rizki menghentikan kendaraannya di bahu jalan. Saat itu ia berencana mengganti ban di sebuah bengkel yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Namun, tidak lama setelah kendaraan diparkir, bahu jalan yang berada di bawah roda sebelah kiri tiba-tiba amblas sehingga kendaraan kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjungkal ke arah jurang.
“Tidak lama setelah berhenti, tiba-tiba bahu jalan yang diinjak amblas, lalu kendaraan langsung terjungkal,” ujar Rizki saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan bahwa saat kendaraan diparkir, roda sebelah kiri berada di bahu jalan sementara roda sebelah kanan masih berada di badan jalan. Kondisi tersebut membuat beban kendaraan lebih banyak bertumpu pada bahu jalan.
Rizki menduga struktur bahu jalan yang dilalui kendaraannya tidak cukup kuat menahan beban truk tronton yang membawa muatan tanah. Menurutnya, bagian bahu jalan tersebut merupakan timbunan tanah yang hanya dilapisi cor beton tipis di bagian atasnya.
“Sepertinya bahu jalannya tidak kuat. Karena di bawahnya hanya timbunan tanah, bagian atasnya saja yang dicor. Akhirnya amblas saat diinjak kendaraan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa bahu jalan tersebut diketahui baru beberapa bulan selesai dibangun oleh pemerintah.
“Padahal setahu saya bahu jalan ini belum lama dibangun, mungkin baru beberapa bulan,” tambahnya.
Beruntung, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka serius. Sopir truk berhasil menyelamatkan diri saat kendaraan mulai terperosok.
Meski demikian, bagian kiri kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat menghantam dasar jurang. Proses evakuasi kendaraan diperkirakan memerlukan alat berat mengingat posisi truk yang cukup sulit dijangkau.
Kejadian ini sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di jalur Bayah–Malingping. Sejumlah warga terlihat berkumpul di sekitar lokasi untuk menyaksikan kondisi kendaraan yang terperosok.
Warga berharap pihak terkait dapat segera melakukan pengecekan terhadap kondisi bahu jalan di sepanjang jalur tersebut. Pasalnya, kerusakan atau konstruksi bahu jalan yang kurang kuat dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan serupa di kemudian hari. ***
