POROSIDN.COM - Gubernur Banten Andra Soni memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami kenaikan. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying di SPBU.
Pernyataan tersebut disampaikan Andra Soni di Kota Serang, Selasa (31/3/2026) kemarin, menyusul beredarnya isu kenaikan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi.
“Mulai besok masih tetap berlaku harga yang sama, sehingga masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu berbondong-bondong melakukan antrean di SPBU apalagi melakukan penimbunan BBM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah memastikan tidak ada penyesuaian harga BBM. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah dinamika global.
Andra Soni juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas keputusan tersebut. Menurutnya, langkah itu menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah mengoordinasikan kebijakan ini bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina.
Keputusan tersebut diambil atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan.
“Ini langkah yang sangat baik dari pemerintah pusat berdasarkan arahan dari Bapak Presiden,” tambahnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten juga mendukung kebijakan Work From Home (WFH) sebagai upaya efisiensi energi, termasuk penghematan penggunaan BBM.
Andra Soni menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten untuk mengurangi mobilitas yang tidak perlu serta menjadi contoh dalam penghematan energi.
“Kami juga mendukung kebijakan WFH, khususnya pada hari Jumat. ASN diharapkan dapat berhemat dalam penggunaan BBM dan menjadi contoh bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa keputusan tidak menaikkan harga BBM diambil setelah koordinasi antara pemerintah, Kementerian ESDM, dan Pertamina.
“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan,” ujar Prasetyo dalam pernyataan pers di Jakarta.
Pemerintah berharap masyarakat tidak terpengaruh isu yang tidak jelas terkait kenaikan harga BBM dan tetap mengandalkan informasi resmi agar situasi tetap kondusif. ***
