Ngabuburit Kreatif, Siswi MIN 4 Serang Ajak Puluhan Anak Ikuti Lomba Mewarnai

Lomba mewarnai bertajuk “Ngabuburit & Coloring”

POROSIDN.COM – Semarak kebersamaan di bulan suci Ramadhan terasa hangat di Kampung Lewibanteng, Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. Seorang siswa kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Serang, Hafiyya Malika Insani (HMI), menggelar lomba mewarnai bertajuk “Ngabuburit & Coloring” bersama teman-temannya.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis sore (5/3/2026) di kediamannya tersebut diikuti sekitar 25 peserta anak-anak dengan rentang usia 3 hingga 11 tahun. Suasana lomba tampak meriah dan penuh keceriaan, karena selain menjadi ajang berkreasi, kegiatan ini juga menjadi sarana ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Ketua pelaksana kegiatan, Hafiyya Malika Insani yang akrab disapa Kaka Malika, mengatakan bahwa tujuan utama lomba tersebut adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar teman sekaligus menghadirkan aktivitas positif selama bulan Ramadhan.

Malika yang baru berusia 7 tahun itu menjelaskan, kegiatan mewarnai dapat menumbuhkan kebersamaan dan kekompakan di antara anak-anak, sekaligus menjadi ruang bagi mereka untuk menyalurkan kreativitas serta imajinasi melalui seni mewarnai.

“Dengan kegiatan ini, teman-teman bisa berkumpul sambil ngabuburit, sekaligus belajar mewarnai dan berkreasi,” ujar Malika.

Dalam perlombaan tersebut, panitia mengusung tema “Ngabuburit dan Coloring” dengan fokus gambar tempat ibadah, khususnya masjid. Tema ini dipilih karena masjid merupakan simbol yang sangat lekat dengan suasana Ramadhan dan mudah dikenali oleh anak-anak.

Sementara itu, Ali Rohmadin, ayah dari Malika, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan putrinya. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan yang rutin digelar setiap bulan Ramadhan agar suasana kebersamaan di lingkungan masyarakat semakin terasa.

“Dengan adanya lomba ini, kami ingin menciptakan suasana Ramadhan yang lebih semarak. Tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di perkotaan, tetapi juga oleh anak-anak di perkampungan,” kata Ali.

Ia berharap kegiatan serupa ke depan dapat digelar lebih meriah dengan peserta yang lebih banyak, bahkan melibatkan sekolah-sekolah serta masyarakat di tingkat RT, RW hingga desa.

“Ke depan mudah-mudahan lomba ini bisa lebih besar lagi, diikuti oleh sekolah-sekolah dan masyarakat luas, sehingga kebersamaan di bulan Ramadhan semakin terasa,” pungkasnya. ***