POROSIDN.COM - Suasana berbeda kini terasa di sejumlah wilayah pertambangan batu bara rakyat di Lebak Selatan. Aktivitas yang biasanya ramai oleh lalu lalang pekerja dan kendaraan pengangkut batu bara, kini berubah menjadi sepi.
Penutupan tambang batu bara rakyat tidak hanya menghentikan aktivitas pertambangan, tetapi juga memukul perekonomian masyarakat yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidup dari sektor tersebut.
Bagi sebagian warga, tambang bukan sekadar tempat bekerja. Tambang adalah sumber penghidupan, tempat mereka mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak, hingga menyambung hidup sehari-hari.
Dampak penutupan tambang dirasakan oleh banyak pihak. Mulai dari penambang, sopir angkutan, buruh bongkar muat, pedagang warung, hingga pelaku usaha kecil yang selama ini hidup dari perputaran ekonomi di kawasan tambang.
"Sejak tambang ditutup, penghasilan kami hilang. Sekarang kami bingung harus bekerja di mana. Kebutuhan keluarga terus berjalan, sementara pemasukan sudah tidak ada," ungkap seorang warga dengan nada sedih, Senin, 15/6/2026.
Di tengah sulitnya kondisi ekonomi, banyak keluarga kini harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian warga terpaksa mencari pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.
Meski pemerintah melakukan penutupan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum, keselamatan kerja, dan perlindungan lingkungan, masyarakat berharap langkah tersebut juga diiringi dengan solusi nyata.
Warga meminta pemerintah daerah dan pemerintah pusat tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga membuka jalan keluar bagi ribuan masyarakat terdampak.
Program pelatihan kerja, bantuan modal usaha, penciptaan lapangan kerja baru, hingga penataan tambang rakyat yang sesuai aturan dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat tidak semakin terpuruk.
"Jangan biarkan masyarakat berjuang sendiri. Kami butuh solusi, bukan hanya penutupan," ujarnya.
Kini, harapan masyarakat Lebak Selatan tertuju pada kehadiran pemerintah. Sebab di balik sunyinya kawasan tambang, ada ribuan keluarga yang sedang berjuang mempertahankan hidup dan menanti kepastian masa depan. ***
