POROSIDN.COM – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 3 Mekarsari, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, memicu keluhan dari para wali murid. Kendala utama terletak pada distribusi makanan yang sering terlambat secara signifikan, sehingga mengganggu jadwal kepulangan siswa.
Salah satu wali murid berinisial HS mengungkapkan kekecewaannya lantaran insiden ini terjadi berulang kali. Menurutnya, siswa kelas rendah yang seharusnya sudah pulang, terpaksa tertahan di sekolah hanya untuk menunggu jatah makan MBG.
"Kedatangan MBG di SDN 3 Mekarsari sering terlambat. Anak saya di kelas 1 yang waktunya pulang jadi harus menunggu di sekolah sampai penyaluran selesai," ujar HS, Jumat (6/2/2026).
HS memaparkan bahwa keterlambatan tersebut bahkan pernah mencapai pukul 13.00 WIB. Padahal, jam pelajaran untuk siswa kelas rendah biasanya sudah berakhir jauh sebelum waktu tersebut.
Terkait alasan jarak antara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan lokasi sekolah, para wali murid menilai hal itu tidak seharusnya menjadi kendala rutin jika manajemen logistik dikelola dengan baik.
"Sekalipun jarak dapur dijadikan alasan, tidak masuk akal jika keterlambatan terjadi sesering ini. Selain mengganggu waktu, hal ini juga berisiko pada kualitas dan kesegaran makanan yang dikonsumsi anak-anak," tegas HS.
Wali murid mendesak pihak pengelola program MBG dan sekolah untuk segera mengevaluasi sistem pengiriman. Mereka berharap makanan sudah tiba di sekolah sebelum jam istirahat siswa agar tidak mengganggu ritme belajar dan jadwal pulang.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengatasi kendala distribusi tersebut. ***
