POROSIDN.COM — Kapolda Banten Irjen Pol Hengki membuka Pelatihan Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) Gelombang VI di Balai Poliran Polda Banten, Kasemen, Kota Serang, Senin (27/4/2026). Program ini menjadi salah satu langkah konkret Polda Banten dalam menekan angka pengangguran melalui peningkatan keterampilan masyarakat.
Sebanyak 75 peserta dari berbagai wilayah di Banten mengikuti pelatihan gelombang VI. Dengan demikian, total peserta yang telah mengikuti program Poliran sejak pertama digelar kini mencapai 492 orang.
Dalam sambutannya, Kapolda Banten menegaskan bahwa Poliran bukan sekadar pelatihan, melainkan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, khususnya bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap.
“Program ini kami hadirkan sebagai solusi nyata. Kami ingin masyarakat memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri,” ujar Irjen Pol Hengki.
Para peserta mendapatkan pelatihan berbasis keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja dan usaha. Materi yang diberikan meliputi pengelasan dasar, kelistrikan dasar, pengelolaan sampah, perikanan dengan sistem bioflok, hingga pertanian hidroponik.
Menurutnya, ragam pelatihan tersebut disusun agar peserta memiliki pilihan kompetensi yang bisa langsung diterapkan sesuai potensi daerah masing-masing.
“Kami berharap setelah pelatihan ini, peserta tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kepercayaan diri untuk bersaing di dunia industri atau menjadi wirausahawan,” lanjutnya.
Selain fokus pada peningkatan keterampilan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri. Langkah tersebut sekaligus menjadi simbol kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Program Poliran sendiri mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu membuka peluang baru bagi pencari kerja. Ke depan, Polda Banten berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini agar menjangkau lebih banyak masyarakat.
"Dengan adanya pelatihan berkelanjutan seperti Poliran, diharapkan lahir sumber daya manusia yang lebih produktif, mandiri, serta mampu berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. ***
