POROSIDN.COM – Pemerintah memutuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa hanya diberikan pada hari efektif sekolah dan tidak lagi disalurkan saat hari libur. Kebijakan ini diambil setelah dilakukan evaluasi lintas kementerian dan lembaga guna meningkatkan efektivitas program. Senin, 6/4/2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa sebelumnya MBG sempat diberikan selama enam hari termasuk hari libur. Namun, skema tersebut dinilai kurang efektif karena tidak semua siswa dapat menerima manfaat saat tidak masuk sekolah.
“MBG kini diberikan hanya pada hari sekolah, yakni lima hari dalam sepekan. Saat libur, termasuk libur Lebaran, penyaluran kepada siswa dihentikan karena dinilai tidak efektif,” ujar Zulkifli Hasan dalam keterangannya.
Meski demikian, pemerintah memastikan distribusi MBG tetap berjalan bagi kelompok non-siswa. Berdasarkan kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN), bantuan gizi tetap diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebanyak enam hari dalam sepekan, tanpa terpengaruh kalender libur sekolah.
Untuk siswa dan santri, penyaluran MBG saat libur hanya dilakukan jika sekolah atau pesantren tetap membuka layanan distribusi.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta wilayah dengan angka stunting tinggi. Dalam kondisi tertentu, penyaluran MBG dapat disesuaikan, termasuk kemungkinan penambahan hari distribusi.
“Di daerah dengan tingkat stunting tinggi atau kondisi kemiskinan ekstrem, bisa saja ada tambahan hari pemberian MBG sebagai bentuk perlakuan khusus,” kata Zulkifli Hasan. ***
