Aksi Nyata Pemuda Malingping, Volunterrs Fatih Muda Cendikia Bantu Pembangunan Sarana Ibadah

Volunterrs Fatih Muda Cendikia Saat Mendistribusikan Bantuan

POROSIDN.COM - Di tengah keterbatasan yang masih dirasakan sebagian masyarakat, secercah harapan hadir dari gerakan kepemudaan. Volunterrs Fatih Muda Cendikia kembali menunjukkan aksi nyata dengan menyalurkan bantuan bahan material pembangunan ke sejumlah titik di wilayah Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Kamis, 12/02/2026.

‎Direktur Utama Volunterrs Fatih Muda Cendikia, M. Febi Pirmasyah, mengatakan bantuan yang diberikan tersebut berupa 100 zak semen beserta material pendukung lainnya. Bantuan ini difokuskan untuk pembangunan sarana ibadah serta perbaikan rumah tidak layak huni milik warga yang membutuhkan.

‎Febi menjelaskan, beberapa lokasi penerima bantuan di antaranya, pembangunan Masjid di Pasir Geleng, Blok Perumahan Griya Pesona Bahari, pembangunan Mushola di Kampung Citeureup, Desa Rahong, ‎pembangunan Majelis Dzikir Pondok Pesantren di Kampung Pasir Awi, Desa Sangiang, pembangunan Pondok Yayasan Al Miftah, bantuan material untuk Rumah Tidak Layak Huni di Desa Sumber Waras.

‎Yang membuat kegiatan ini semakin bermakna,Direktur Utama Volunterrs Fatih Muda Cendikia, M. Febi Pirmansyah, turun langsung ke lapangan menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

‎Sosok muda yang dikenal sebagai tokoh pemuda Lebak Selatan yang aktif dan masif berkegiatan tersebut menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari semangat kepedulian dan tanggung jawab sosial.

‎ “Kami ingin memastikan bahwa keberadaan pemuda benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tempat ibadah adalah pusat kehidupan sosial dan spiritual, sementara rumah layak huni adalah hak dasar setiap warga,” ungkap Febi.

‎Diusianya yang masih muda, M. Febi Pirmansyah telah dikenal luas aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dedikasinya menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjadi motor perubahan dan penggerak kepedulian.

‎Warga penerima bantuan pun menyambut penuh haru dan rasa syukur. Mereka menilai bantuan ini bukan sekadar material bangunan, melainkan wujud nyata solidaritas dan gotong royong yang mulai langka.

‎Kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu program besar pemerintah. Ketika kepedulian tumbuh, pemuda mampu menjadi jembatan harapan, membangun bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan kemanusiaan di tengah masyarakat. ***