POROSIDN.COM – Aktivis kemanusiaan sekaligus tokoh pemuda Lebak Selatan, M. Febi Pirmansyah, meminta seluruh pihak untuk terus mengawal dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses penurunan desil bantuan sosial yang diduga melibatkan oknum pegawai di Dinas Sosial Kabupaten Lebak.
Febi menilai hingga saat ini belum terlihat adanya langkah tegas dari pihak terkait terhadap oknum yang diduga melakukan pungli kepada masyarakat. Padahal, persoalan tersebut telah menimbulkan keresahan, terlebih karena menyangkut hak masyarakat kecil yang sangat membutuhkan bantuan sosial.
“Kasus ini harus dikawal sampai tuntas. Jangan sampai persoalan ini tenggelam begitu saja tanpa ada kejelasan. Sampai hari ini kita juga belum melihat adanya sanksi tegas terhadap oknum yang diduga melakukan pungli kepada masyarakat,” ujar Febi, Sabtu (14/3/2026).
Ia menegaskan bahwa praktik pungutan liar terhadap warga, apalagi dalam proses yang berkaitan dengan bantuan sosial, merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Menurutnya, apabila terbukti bersalah, oknum tersebut harus diberhentikan agar tidak merusak kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.
“Tidak boleh ada toleransi. Kalau memang terbukti melakukan pungli kepada masyarakat, oknum tersebut harus diberhentikan. Ini menyangkut hak masyarakat kecil yang seharusnya dilayani dengan baik, bukan malah dimanfaatkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Febi juga menyoroti munculnya sejumlah isu lain setelah dugaan pungli tersebut mencuat ke publik. Ia menilai munculnya berbagai isu tersebut patut dicermati karena berpotensi menjadi upaya pengalihan perhatian dari persoalan utama.
“Dalam beberapa hari terakhir muncul beberapa isu lain. Jika kita cermati dalam rangkaian kejadian ini, menurut keyakinan saya ada pola yang mengarah pada upaya pengalihan isu. Hal seperti ini tentu tidak sehat bagi proses penegakan keadilan,” katanya.
Ia bahkan menegaskan, apabila benar terdapat pihak yang sengaja membangun narasi pengalihan isu untuk menutupi persoalan pungli tersebut, maka tindakan tersebut sangat mencoreng nilai-nilai kemanusiaan.
“Kalau benar ada oknum yang mencoba membuat pola pengalihan isu untuk menutup persoalan ini, menurut saya itu merupakan perbuatan yang sangat mencoreng nilai-nilai kemanusiaan. Karena yang menjadi korban adalah masyarakat kecil yang seharusnya dilindungi,” ujarnya.
Karena itu, Febi menegaskan dirinya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga tuntas. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari aktivis, tokoh pemuda hingga media, untuk bersama-sama mengawasi proses penanganan kasus dugaan pungli tersebut agar berjalan transparan dan tidak berhenti di tengah jalan.
“Saya akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas. Saya juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk tetap fokus mengawal kasus ini agar tidak ada yang bermain-main dengan hak masyarakat,” pungkasnya. ***
