Harga Telur dan Roti Rp3.000, Warga Soroti Dugaan Markup Menu MBG Di Panggarangan

Menu MBG di Panggarangan untuk tanggal 12-15 Maret 2026

POROSIDN.COM - Paket menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa di Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten kembali menjadi sorotan publik. Hal ini menyusul beredarnya foto paket makanan yang dilengkapi dengan kartu rincian bahan pangan, harga, serta estimasi kandungan gizi dari menu yang disajikan.

Penyaluran MBG untuk tiga hari ke depan dilakukan pada Kamis, 12 Maret 2026. Pada kartu yang diterbitkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panggarangan tersebut tercantum sejumlah komponen bahan makanan, di antaranya dua kotak susu ukuran 125 mililiter senilai Rp7.200, lengkeng Rp3.000, kacang telur Rp1.400, gabin Rp2.000, pir Rp5.500, telur Rp3.000, onde-onde Rp2.000, roti Rp3.000, serta jeruk Rp2.200.

Dalam kartu tersebut juga dicantumkan estimasi nilai gizi sajian, yakni energi sekitar 983 kilokalori, protein 30,6 gram, lemak 34,8 gram, karbohidrat 144 gram, dan serat 12,6 gram. Namun, takaran atau berat (gram) dari masing-masing bahan pangan tidak dicantumkan.

Menu yang terlihat pada paket makanan yang diterima siswa kemudian menimbulkan pertanyaan terkait kesesuaian antara daftar bahan pangan, nilai gizi, serta harga yang tercantum pada kartu tersebut.

Dalam paket yang dibagikan tampak dua kotak susu ukuran kecil, satu roti manis, satu telur rebus, buah jeruk, beberapa butir lengkeng dalam kemasan kecil, kacang-kacangan, serta sejumlah camilan sederhana seperti gabin dan kue kering.

Sejumlah pihak menilai komposisi makanan yang terlihat belum sepenuhnya mencerminkan nilai gizi sebesar yang tercantum pada kartu menu. Selain itu, muncul pula dugaan adanya perbedaan antara harga bahan pangan yang dicantumkan dengan harga pasar untuk jenis makanan serupa, sehingga memicu spekulasi mengenai kemungkinan terjadinya markup harga dalam penyusunan anggaran menu.

“Masa harga satu butir telur Rp3.000, satu buah roti juga Rp3.000, sementara lengkeng lima butir dihargai Rp3.000,” ujar Rizal, warga sekitar.

Ia menilai transparansi dalam pengelolaan program MBG sangat penting, terutama terkait rincian harga bahan makanan, perhitungan kandungan gizi, serta kesesuaian antara menu yang direncanakan dengan makanan yang benar-benar diterima siswa di lapangan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara program maupun instansi terkait mengenai klarifikasi atas kandungan gizi serta dugaan ketidaksesuaian harga bahan pangan dalam paket menu MBG tersebut. Upaya konfirmasi wartawan telah dilakukan kepada Kepala SPPG Panggarangan, namun hingga berita ini dipublikasikan belum ada tanggapan. ***