SPMB 2026 Banten Digelar Bertahap, Sekda Deden: Semua Siswa Punya Kesempatan Sama

Ilustrasi SPMB

POROSIDN.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dilakukan secara bertahap. Skema ini diterapkan untuk memberikan kesempatan yang lebih merata bagi seluruh calon peserta didik sekaligus menciptakan proses yang lebih tertib dan transparan. Kamis, 30/4/2026.

Deden menjelaskan, pendaftaran tidak dilakukan secara serentak, melainkan berkala. Dengan sistem ini, setiap siswa memiliki beberapa kali kesempatan untuk mendaftar sesuai jalur yang dipilih dan kondisi masing-masing.

“Pendekatan ini diharapkan bisa mengurangi penumpukan pendaftar sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk menyesuaikan pilihan,” ujarnya.

Dalam SPMB 2026, terangnya, terdapat empat jalur utama penerimaan, yakni jalur domisili sebesar 35 persen, jalur prestasi 30 persen, jalur afirmasi 30 persen, serta jalur mutasi sebesar 5 persen.

Tahapan pelaksanaan lanjut Deden, dimulai dari Pra-SPMB yang berlangsung sejak 20 April hingga 31 Mei 2026. Sementara pendaftaran utama dijadwalkan mulai 10 Juni 2026 dan dilakukan secara daring melalui laman resmi pemerintah provinsi.

Deden menjelaskan, berdasarkan data awal, sekitar 70 ribu siswa telah mengikuti tahap Pra-SPMB. Namun demikian, pemerintah mengingatkan bahwa daya tampung sekolah negeri masih terbatas, sehingga masyarakat diminta mematuhi aturan serta jadwal yang telah ditetapkan.

Deden menghimbau agar calon peserta didik memastikan keabsahan data, terutama terkait domisili dan nilai akademik, agar tidak mengalami kendala saat proses seleksi.

"Bagi siswa yang belum diterima di sekolah negeri, pemerintah menyiapkan alternatif melalui sekolah swasta. Pemprov Banten juga menjalankan program sekolah gratis di 801 SMA, SMK, dan SKh swasta dengan total sekitar 60 ribu siswa," katanya.

Khusus untuk SMK, terangnya, proses seleksi dilakukan berdasarkan nilai, tes akademik, serta minat dan bakat. Calon siswa juga diberikan kesempatan memilih dua jurusan dalam satu sekolah.

"Calon peserta didik dan orang tua, untuk segera mempersiapkan data sejak dini dan mengikuti seluruh tahapan sesuai jalur yang tersedia," pungkasnya. ***