POROSIDN.COM - Pemerintah Provinsi Banten memperkuat upaya peningkatan pendapatan daerah melalui program edukasi pajak kendaraan bermotor dengan pendekatan langsung kepada masyarakat. Sebanyak 960 pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) akan diterjunkan untuk melakukan sosialisasi secara persuasif. Senin, 20/4/2026.
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, mengatakan langkah ini merupakan strategi untuk mengoptimalkan capaian pendapatan daerah.
“Inovasi ini dilakukan untuk mengamankan target pendapatan daerah agar terealisasi optimal,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak bersifat represif, melainkan humanis dengan menitikberatkan pada edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Ia menegaskan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan daerah.
“Kita lakukan sosialisasi secara humanis. Pajak akan kembali dalam bentuk pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Banten, Berly Rizki Natakusumah, menjelaskan bahwa metode yang digunakan dalam program ini adalah door to door atau mendatangi wajib pajak secara langsung.
“Metode ini akan kami mulai pada awal triwulan kedua,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan 960 pegawai dengan target masing-masing melakukan 10 kunjungan setiap bulan. Dengan demikian, potensi kegiatan sosialisasi mencapai 9.600 kunjungan per bulan.
“Target ini realistis untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak,” katanya.
Untuk memaksimalkan efektivitas, kegiatan sosialisasi akan dilakukan di luar jam pelayanan, seperti setelah pukul 16.00 WIB, malam hari, hingga akhir pekan.
Selain itu, program ini juga melibatkan pemerintah kabupaten dan kota di Banten guna memperluas jangkauan dan memperkuat sinergi dalam mendorong peningkatan pajak daerah.
“Akan kami lakukan bersama karena perannya penting dalam mendorong capaian pajak daerah,” ujarnya.
Berly menegaskan, pendekatan yang diterapkan tetap mengedepankan edukasi sesuai arahan pimpinan.
“Arahan pimpinan jelas, pendekatan harus humanis,” tegasnya.
Guna menjaga kinerja program, Bapenda juga menerapkan sistem evaluasi berkala setiap tiga bulan, disertai pemberian insentif berbasis capaian bagi pegawai yang terlibat. ***
