POROSIDN.COM – Kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Lebak Selatan dikeluhkan para petani. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen.
Sanawi, seorang petani di Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, mengaku kesulitan mendapatkan pupuk saat mendatangi kios resmi. Padahal, tanaman padi miliknya sudah memasuki usia 14 hari setelah tanam dan membutuhkan pemupukan.
Bukan hanya dirinya, menurutnya, petani yang lain pun mengalami hal yang sama, ketika datang ke kios resmi yang telah ditunjuk, pupuknya tidak tersedia.
“Pas saya ke kios, pupuknya tidak ada. Padahal sudah waktunya dipupuk,” ujarnya, Kamis, 16/4/2026.
Akibat tidak tersedianya pupuk, Sanawi terpaksa tidak melakukan pemupukan pada tanaman padinya. Ia khawatir kondisi tersebut akan berdampak pada pertumbuhan tanaman yang tidak optimal.
Menurutnya, keterlambatan pemupukan dapat mempengaruhi hasil panen. Jika dibiarkan, petani berpotensi mengalami penurunan produksi bahkan kerugian.
Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengatasi masalah distribusi agar kebutuhan pupuk dapat terpenuhi tepat waktu.
"Pasokan pupuk yang lancar sangat penting, terutama pada masa krusial pertumbuhan tanaman, guna menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di daerah," pungkasnya. ***
