POROSIDN.COM - Pemerintah berencana meningkatkan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS) guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat.
Berdasarkan data dari berbagai sumber, saat ini sekitar 57 persen pasokan impor LPG Indonesia berasal dari AS. Seiring adanya kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS, porsi impor tersebut direncanakan naik hingga 70 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Simon dalam keterangannya yang dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (2/3/2026).
“Pertamina selama ini mengimpor LPG dari AS cukup besar, kurang lebih sekitar 57 persen. Dengan adanya kesepakatan dagang ini, tentunya kita akan bisa meningkatkan hingga 70 persen,” ujarnya.
Simon mengakui, Indonesia saat ini menghadapi tantangan penurunan produksi di sektor hulu minyak dan gas (migas). Kondisi tersebut menyebabkan adanya kesenjangan antara produksi dalam negeri dan tingkat konsumsi yang terus meningkat.
Menurutnya, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait terus berupaya meningkatkan produksi atau lifting migas nasional. Namun, fenomena natural decline atau penurunan alamiah produksi sumur migas menjadi tantangan yang harus dihadapi.
“Kami terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi lifting. Kita ketahui bersama saat ini mengalami natural decline dan tentu membutuhkan terobosan-terobosan. Untuk memenuhi gap yang ada, saat ini kita masih membutuhkan impor,” pungkasnya. ***
